fbpx
Road to JILF 2021, “Heroes: (Re)making History”

Road to JILF 2021, “Heroes: (Re)making History”

Jakarta International Literary Festival (JILF) sukses diselenggarakan pertama kali pada tahun 2019. Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) melalui Komite Sastra sebagai pengampu perhelatan ini  berniat kembali mengadakan gelaran sastra bertaraf internasional yang melibatkan sejumlah pelaku sastra dunia tersebut.

JILF edisi kedua sedianya dilaksanakan tahun ini. Namun, karena terdampak pandemi, pelaksanaan festival direncanakan berlangsung tahun depan. Sebagai bagian dari rangkaian festival tersebut, Komite Sastra DKJ menginisiasi program Road to JILF 2021 yang puncaknya akan berlangsung bulan Desember ini.

Ketua DKJ Danton Sihombing dalam konferensi pers virtual Senin 1 Desember 2020 menyatakan bahwa  JILF bertujuan menjadi penghubung Indonesia dengan sastra dunia melalui proses kurasi dan pembangunan program yang cermat.

Menurut Danton, Komite Sastra DKJ merintis JILF sebagai salah satu jangkar budaya bagi kota Jakarta.

“Namun, bukan sebagai upaya untuk menjadikan dunia kesusastraan Indonesia menjadi Jakartasentris. Justru JILF dijadikan sebagai platform yang mampu menghubungkan Indonesia dengan sastra dunia sekaligus memperkuat representasi kesusastraan Indonesia di panggung sastra internasional.” Demikian papar Danton Sihombing.

Berangkat dari keinginan untuk mendengarkan narasi dari suara-suara yang lama diredam, Road to JILF 2021 mengusung tema “Heroes: (Re)making History”.

Menurut Ketua Komite Sastra DKJ Avianti Armand, Road to JILF 2021 berupaya menghadirkan perspektif tandingan mengenai apa itu kepahlawanan, siapa yang layak dijadikan pahlawan, hingga apakah dalam penulisan sejarah melalui kesusastraan kepahlawanan dan sosok pahlawan masih relevan untuk dikedepankan.

“Kita yang akan menulis sendiri tentang kita. Kita akan mengukir dan membangun sendiri narasi dan sejarah kita,” terang Avianti Armand.

Avianti juga menekankan bahwa JILF penting untuk tetap diselenggarakan di masa ini maupun di masa nanti. Bukan hanya untuk Jakarta  tetapi untuk keseluruhan ekosistem sastra Indonesia.

Road to JILF 2021 adalah pengantar untuk JILF yang sedianya dilakukan tahun ini tetapi terhalang pandemi. Jika keadaan memungkinkan, Jakarta International Literary Festival akan dilakukan tahun depan, sekitar bulan Agustus,” sambung Avianti Armand.

Dalam semangat yang sama, Tim kurator JILF yang terdiri atas Isyana Artharini dan Ronny Agustinus menyusun program dalam Road to JILF 2021  untuk menggugat narasi dominan dalam menyampaikan sejarah.

“JILF ingin menjadi sebuah ruang yang terbuka dan berani dalam menembus batasan, terutama dalam upaya menjadi bagian dari sebuah kolektif untuk mereka ulang lanskap sastra dunia yang lebih mudah diakses, beragam, dan setara,” ujar Isyana melalui catatan tim kuratorial.

Program Road to JILF 2021, “Heroes: (Re)making History” menghadirkan serangkaian perbincangan sastra melalui Podcast Sastra dan Diskusi Panel. Adapun empat tema utama yang akan dibahas adalah “Sejarah dari Ingatan”, “Kekuatan dan Batas Representasi”, “Kisah-Kisah Fantastis”, dan “Kisah-Kisah Masa Depan”. Tema-tema tersebut akan diperbincangkan bersama 37 orang dengan latar beragam sebagai narasumber dan moderator.

Publik dapat menyimak delapan episode Podcast Sastra yang dirilis secara berkala sejak 18 November-3 Desember melalui podcast Footnotes from JILF.

Selain itu, publik juga dapat mengikuti empat seri diskusi panel pada pemuncak acara Road to JILF 2021 pada tanggal 4-6 Desember 2020 yang akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Jakarta International Literary Festival.

Informasi lebih lanjut mengenai Road to JILF 2021 dapat dilihat melalui website jilf.id. dan akun-akun sosial media Road to JILF 2021 dengan tagar #roadtoJILF2021.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.