fbpx
Jakarta Dance Meet Up Digelar Secara Virtual

Jakarta Dance Meet Up Digelar Secara Virtual

Jakarta Dance Meet Up (JDMU) merupakan sebuah program tahunan yang dibuat oleh Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), untuk menghubungkan berbagai kelompok tari lintas genre di DKI Jakarta dan sekitarnya. Indonesia dan Jakarta khususnya,  mempunyai begitu  banyak kelompok tari dengan berbagai genre dan modus penciptaannya.

Yola Yulfianti selaku Ketua Komite Tari DKJ menjelaskan bahwa rangkaian program JDMU 2020 ini sesungguhnya adalah penggabungan 2 program sehingga membuatnya menjadi sangat menarik.

“JDMU kali ini berisi 2 program sekaligus. Satu program yang berorientasi pada proses yaitu choreo-lab, dan satu lagi yang lebih pada produk kreatif yaitu Jakarta Dance Extravaganza. Dua program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk program yang lebih besar di tahun 2021, JDE dengan sekup lebih besar untuk industri kreatif tari dan choreo-lab menjadi sebuah festival tari kontemporer internasional,” jelas Yola.

Aiko Senosoenoto selaku anggota Komite Tari DKJ berharap JDMU dapat mengurangi masih adanya kotak-kotak yang membatasi seniman untuk berinteraksi. Di JDMU mereka bisa saling meningkatkan kualitas dan berbagi jaringan di dunia tari.

“Adanya JDMU membuat setiap seniman atau sanggar bisa berkomunikasi bahkan berkolaborasi, sehingga dapat tumbuh dan berkembang bersama-sama,” kata Aiko.

Menurut Saras Dewi, selaku anggota Komite Tari  DKJ, walaupun digelar secara virtual, JDMU 2020 adalah program yang penting dalam merawat ekosistem tari untuk terus bergerak, berproduksi dan berinteraksi dengan masyarakat.

“JDMU merupakan kegiatan penting dalam merawat ekosistem tari di Jakarta maupun di Indonesia. Dalam kegiatan ini para penari dapat berdialog mengenai teknik, karya bahkan berkolaborasi untuk mendorong kemajuan seni tari,” demikian disampaikan Saras Dewi.

Dalam JDMU 2020, selain ada berbagai choreo-lab dalam meet up di zoom meeting, juga akan ada suguhan Jakarta Dance Extravaganza (JDE) yang merupakan bentuk penampilan karya-karya terbaru dari koreografer-koreografer muda dan penampilan spesial kolaborasi dari lintas seni pertunjukan.

Salah satu penampil spesial adalah Josh Marcy, yang juga merupakan anggota dari Komite Tari DKJ. Dalam program ini Josh merasakan bahwa kolaborasi lintas seni sangat banyak memberikan inspirasi.

“Kali ini penampilan saya sedikit lain, saya bernyanyi bersama gerakan-gerakan tarian mas Rusdy Rukmarata dan musikalisasi puisi dari mbak Reda Gaudiamo. Ini adalah pengalaman pertama dan sungguh luar biasa. Saya rasa program ini tidak lagi bersifat pemetaan komunitas tari saja, namun tentang bagaimana proses nya mendukung terjadinya kelindanan pengalanman, pengetahuan, rasa yang pada akhirnya melahirkan gagasan-gagasan baru,” tutur Josh.

JDE akan ditayangkan secara daring pada tanggal 11-13 Desember 2020 di Youtube Dewan Kesenian Jakarta. Selain penampilan kolaborasi Josh Marcy, JDE juga akan menampilkan karya koreografi dari Ara Ajisiwi (Broadway jazz), Ufa Sofura (lyrical dance), Cikal Mutiara Diar- Swargaloka (tradisi), Michael Halim (ballet) dan Denny Howman (ballroom dance).

Berbeda dengan JDE sebelumnya, kali ini JDE juga punya tantangan tersendiri karena  ditampilkan secara daring. Karena itu,  setiap karya disajikan dalam bentuk karya film. Untuk dapat mewujudkan hal ini, para koreografer bekerjasama dengan seniman dari kalangan sineas seperti sutradara film Aji Ramansyah, sutradara fotografi Bella Pangabean dan produser Bayu Pontiagust. Penayangan karya bekerjasama dengan BoowLive dan IndonesiaKaya.com

Selain pementasan JDE, JDMU juga melaksanakan dua program lain yang berfungsi sebagai laboratorium eksperimentasi tari melalui pertemuan secara daring. Kedua program ini adalah Meet Up for Artistic Development dan Meet Up for Upcoming Choreographer, yang melibatkan sejumlah seniman dari berbagai latar belakang praktik artistik.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.