fbpx
Festival Folklor Digital 2021, Menghidupkan Dongeng di Ranah Digital

Festival Folklor Digital 2021, Menghidupkan Dongeng di Ranah Digital

Folklor adalah bagian dari harta karun kebudayaan kita yang begitu berharga dan semakin bernilai manakala diwariskan dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Dongeng tradisional, sebagai bagian dari kekayaan khazanah folklor Indonesia telah menempuh ruang dan waktu yang begitu panjang, berubah dari satu bentuk ke bentuk lain yang lebih baru dan relevan dalam setiap masa. Dan, dari masa ke masa, dongeng-dongeng nusantara telah menjadi medium penghantar kegembiraan, petualangan imajinasi, keajaiban demi keajaiban, nilai-nilai tradisi, dan tentu saja, kebijaksanaan dan pengetahuan.

Melanjutkan kesuksesan penyelenggaran festival folklor tahun lalu, Kultural Indonesia kembali menghadirkan gelaran Festival Folklor Digital 2021 yang berlangsung secara daring dan terbuka untuk umum dari 21 Juni-17 Agustus 2021. Seperti tahun lalu, festival ini juga mengundang tokoh-tokoh publik untuk ikut serta merayakan dongeng-dongeng nusantara. Festival Folklor Digital 2021 mengikutsertakan para influencer, seniman, pengusaha, pendidik, orang tua, dan terutama anak-anak dalam sebuah kebersamaan yang dapat dinikmati semua kalangan langsung dari rumah.

“Kita ingin menciptakan sebuah kebiasaan baru, kebiasaan berbagi dongeng dan membacakan cerita. Dengan terus diceritakan, kearifan dongeng-dongeng nusantara akan terus hidup dan diwariskan ke generasi yang akan datang,” terang Aini S Hutasoit, Direktur Festival Folklor Digital 2021.

“Selain sebagai sebuah ekspresi budaya yang relevan untuk semua umur, dongeng juga memiliki fungsi yang penting sebagai media pendidikan. Di dalamnya ada nilai-nilai tradisi, pendidikan karakter, dan yang paling utama tentu saja adalah kesenangan dan petualangan imajinatif yang bisa dinikmati bersama-sama dengan gembira. Kegembiraan ini yang paling penting untuk ditularkan, apalagi dalam masa-masa pandemi seperti sekarang ini,” lanjut Aini.

Tokoh-tokoh publik yang terlibat dalam Festival Folklor Digital 2021 di antaranya adalah Chelsea Islan, Andien Aisyah, Ayushita, Dimas Anggara, Nadine Chandrawinata, Reynintha Sarassati, Keenan Pearce, dan lain-lain. Mereka akan membacakan dongeng-dongeng nusantara dengan iringan musik yang diracik khusus untuk acara ini oleh musisi Ammir Gita Pradana. Festival juga akan turut diramaikan oleh komunitas-komunitas dongeng seperti Ayo Dongeng Indonesia dan Komunitas Bali Mendongeng.

Kultural Indonesia juga mengajak publik untuk ikut serta dalam membuat video dongeng sekreatif mungkin dalam gaya masing-masing sesuai syarat dan ketentuan. Peserta dapat menggunakan alat bantu, kostum, dan lain-lain, lalu mengunggah video di instagram dalam bentuk posting IGTV atau video feed, dengan men-tag dan mention akun instagram kultural.indonesia serta mencantumkan tanda pagar #BerbagiDongeng dalam unggahan tersebut.

Setiap minggu, dari 21 Juni sampai 13 Agustus 2021,  akan dipilih 3 video terbaik  yang akan mendapatkan hadiah masing-masing Rp250.000.

Pada  tanggal 17 Agustus akan diumumkan 3 video terpilih dari video-video terpilih mingguan ini dan berhak menerima hadiah masing-masing sebesar Rp500.000.

Dengan merayakan cerita rakyat nusantara dalam Festival Folklor Digital 2021, Kultural.id berupaya ikut merawat dan meneruskan kegembiraan, petualangan, keajaiban, dan kebijaksanaan yang terkandung di dalam dongeng-dongeng tradisional dan baru dalam format digital yang modern, interaktif, dekat, dan mudah diakses oleh semua.

Rama Soeprapto, konseptor perhelatan Festival Folklor Digital berharap bahwa kegiatan-kegiatan semacam ini dapat membangkitkan semangat semua pihak yang terkait untuk menggali dan melestarikan dongeng-dongeng nusantara sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

“Karena kelestarian dongeng sebagai salah satu permata kebudayaan kita yang sangat berharga bergantung pada kemauan semua pihak untuk ikut terlibat dalam melakukan riset-riset, pengembangan, dan pemutakhiran dongeng-dongeng tersebut,” demikian dipaparkan Rama Soeprapto di Jakarta (07/06/2021).

Lebih lanjut, seniman kreatif yang berperan sebagai Asisten Sutradara untuk Robert Wilson dalam tur dunia pertunjukan I La Galigo beberapa tahun yang lalu ini berharap kekayaan folklor nusantara mampu menjadi salah satu andalan industri kreatif Indonesia secara global.

“Folklor ‘kan bukan hanya cerita rakyat saja. Ada lagu tradisional, tari-tarian, seni pertunjukan, sampai permainan anak-anak tradisional. Banyak sekali ragamnya.  Kekayaan yang berakar pada tradisi ini sesungguhnya bisa kita manfaatkan untuk memicu berkembangnya industri kreatif Indonesia,” tutur Rama Soeprapto.

Pendongeng profesional Mochamad Ariyo Faridh Zidni atau yang akrab disapa dengan Kak Aio dalam Diskusi Dongeng Nusantara yang merupakan rangkaian kegiatan dalam Festival Folklor Digital 2021 mengutarakan bahwa mendongeng dan membacakan cerita oleh orangtua kepada anak adalah bentuk kegiatan berkomunikasi yang memberikan manfaat baik kepada orang tua juga kepada anak.

“Kedekatan fisik yang terjadi ketika orangtua mendongeng dan membacakan cerita kepada anak dapat menciptakan kedekatan secara psikologis dan emosional. Kedekatan ini akan memberikan pengaruh yang baik dalam perkembangan dan pertumbuhan anak,” papar  pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia tersebut.

Senada dengan Kak Aio, psikolog Ghianina Armand juga menekankan betapa pentingnya mendongeng dan membacakan cerita pada anak. Menurutnya, memilih dan memilah dongeng dan cerita yang sesuai dengan tahap pertumbuhan dan usia anak harus dilakukan dengan cermat.

“Mendongeng, membacakan cerita, dan kegiatan komunikatif lain yang dilakukan secara berkala merupakan bagian penting dalam proses pertumbuhan anak. Bahkan sejak anak belum lahir dan masih berada di dalam kandungan,” demikian terang Ghianina Armand.

Festival Folklor Digital 2021 diselenggarakan oleh Kultural.id dengan memanfaatkan platform media sosial instagram  kultural.indonesia dan didukung oleh UOB Indonesia, Magnus Law Offices, Petromax Communication, Sekolah Tesa Montessori, Mentari Intercultural School Bintaro, Yayasan Perguruan Nasional Brigjend Katamso Medan, Ayo Dongeng Indonesia, Komunitas Mendongeng di Bali, Taman Bacaan Pelangi, Mother and Baby Cosmopolitan FM, dan Her World Magazine.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.