fbpx
Dongeng Memberi Pengaruh Lebih Kuat Kepada Anak-anak dibanding Sains

Dongeng Memberi Pengaruh Lebih Kuat Kepada Anak-anak dibanding Sains

Hari Dongeng Nasional 20 November 2020

Merayakan dongeng adalah merayakan kreativitas dan imajinasi, dan pada saat yang sama, merawat nilai-nilai positif yang memberikan pengaruh yang baik bagi tumbuh kembang anak-anak.

Dongeng dengan berbagai karakter tokoh, kisah, dan petualangan di dalamnya, memainkan peran yang lebih dari sekadar hiburan. Menyambut Hari Dongeng Nasional 28 November 2020 ini, Kultural.id mengulas bagaimana dongeng memberikan pengaruh positif kepada tumbuh kembang anak-anak.

Sesungguhnya, dongeng memiliki kemampuan untuk secara perlahan dan dengan cara yang menyenangkan memberikan pelajaran, terutama bagi anak-anak, untuk mengembangkan kemampuan imajinasi dan kemampuan berpikir mereka.

Tommy F Awuy, Budayawan dan Pengajar Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (Dok. Pribadi)

Budayawan dan pengajar filsafat Universitas Indonesia Tommy F. Awuy menyebutkan bahwa dongeng memberi pengaruh lebih kuat kepada anak-anak dari pada sains. Karena, dongeng memiliki kemampuan dalam memberikan dampak-dampak positif terhadap perkembangan kognitif anak-anak seperti dalam kemampuan berbahasa, pengembangan struktur berpikir, dan sosioemosional mereka.

“Semua unsur tersebut sangat berpengaruh. Dongeng pengaruhnya lebih kuat dari pada sains buat anak-anak. Juga kepada orang tua,” demikian ujar Tommy.

Ketika kita membacakan dongeng kepada anak-anak tentang makhluk-makhluk luar biasa, raksasa, pangeran, putri, dan keajaiban-keajaiban yang menghiasi kisah-kisah tersebut, kita sebenarnya sedang merawat dan memelihara pertumbuhan pemikiran di dalam benak mereka.

Menurut Tommy F. Awuy, pengaruh positif dongeng bisa diterima anak-anak melalui beragam cara, lewat tuturan, tulisan, teater, tari, dan bentuk-bentuk penyampaian lain.

“Pengaruh positif paling besar yang dapat diterima anak-anak melalui dongeng adalah ketajaman imajinasi dan respek terhadap kreativitas,” demikian jelasnya.

Dongeng seringkali merupakan kisah-kisah paling awal yang bersentuhan dengan kehidupan seorang anak di usianya yang belia.

Tempat-tempat, kejadian, dan makhluk-makhluk fantastis di dalam dongeng memberikan rangsangan imajinasi di dalam pikiran anak-anak dan pada saat yang sama memberikan mereka kesempatan untuk mengalami petualangan bersama tokoh-tokoh yang seringkali digambarkan memiliki keteguhan hati, keberanian, kejujuran, dan karakter kepribadian yang baik lainnya.

Melalui kisah dalam dongeng yang mereka baca atau dengarkan, anak-anak sedikit demi sedikit belajar mengenai perbedaan mana yang baik dan mana yang jahat.

Dan, sembari bersenang-senang berpetualang menyusuri alur cerita yang biasanya relatif sederhana dan mudah dimengerti, anak-anak secara bertahap menyesuaikan diri dengan konteks di mana mereka belajar untuk melakukan evaluasi terhadap emosi yang mereka rasakan dan bagaimana melakukan pengambilan keputusan.

Ketika anak-anak menyaksikan pertunjukan, mendengarkan, atau membaca dongeng-dongeng Jack dan Pohon Kacang, Timun Mas, Putih Salju, Lutung Kasarung, atau dongeng-dongeng lainnya, mereka secara imajinatif mengalami dan belajar bagaimana pentingnya memiliki keteguhan hati, bersetia pada janji, betapa kecerdikan seringkali mampu menang melawan kekuatan, pentingnya kejujuran, dan begitu banyak nilai-nilai baik lain yang tersimpan di dalam dongeng.

Melalui proses yang sederhana dan menyenangkan ini, dongeng membantu mengajari anak-anak untuk memiliki pemahaman awal mengenai benar dan salah. Dan nilai-nilai tersebut disampaikan melalui pesan-pesan tersirat yang dihadirkan lewat alur cerita, penokohan, kejadian, dan banyak unsur lain dari dalam dongeng yang mereka nikmati. Sehingga, anak-anak tidak merasa digurui dan didikte secara langsung melainkan belajar dengan cara yang menyenangkan.

Melalui dongeng, anak-anak dikenalkan dengan budaya dan tradisi, tidak hanya dari lingkungan mereka tetapi juga dari berbagai tempat di dunia. Pada saat yang sama, mereka memiliki kesempatan untuk berkembang secara emosional dan secara sosial. Secara bersamaan, pikiran dan perasaan mereka mendapatkan pelatihan untuk secara perlahan-lahan menjadi lebih baik melalui kisah-kisah dan petualangan yang mereka senangi.

Dongeng memberi ruang yang aman bagi anak-anak untuk memahami bahwa dalam hidup akan ada masalah-masalah dan kesukaran yang harus dihadapi, bahwa terdapat perbedaan dalam masing-masing orang dan tidak semua keinginan akan terlaksana dan bisa dicapai begitu saja.

Namun, dalam kesulitan-kesulitan yang disajikan dalam dongeng-dongeng tersebut, pada umumnya disampaikan pula bahwa nilai-nilai yang baik seperti keteguhan hati, kejujuran, integritas, dan lain-lain pada akhirnya akan berbuah manis.

Dengan cara seperti ini, dongeng adalah salah satu cara untuk menyemai dan merawat secara positif nilai-nilai kebaikan ke dalam benak anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.