fbpx
Diskusi Publik Komite Sastra DKJ: Jasa dan Dosa Platform Digital Pada Sastra

Diskusi Publik Komite Sastra DKJ: Jasa dan Dosa Platform Digital Pada Sastra

Suka atau tidak suka, platform digital telah menjadi media publikasi karya yang populer, termasuk untuk karya tulis. Wattpad, misalnya, telah menjadi salah satu platform yang dipilih para penulis untuk sekadar mengunggah karya atau lebih jauhnya untuk mendistribusikan karya secara digital dengan jangkauan pembaca yang cukup luas. Beberapa tahun belakangan, semakin banyak aplikasi digital untuk membaca dan menulis.

Dalam platform digital, penulis merangkap sebagai kurator, penerbit, juga pemasar bagi karyanya. Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang sangat besar, maka format platform digital terasa sangat menjanjikan dengan pangsa pasar yang menggiurkan.

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) melalui Komite Sastra DKJ menggelar Diskusi Publik #2 dengan judul Jasa dan Dosa Platform Digital Pada Sastra yang akan meneropong, menelaah, dan berbagi pandangan terkait platform digital, ekosistem sastra, dan seluruh kemungkinan yang ada di dalamnya.

Diskusi publik ini akan menghadirkan empat pembicara yang akrab dalam geliat sastra dan juga platform digital. Pembicara pertama adalah Brilliant Yotenega yang merupakan pendiri nulisbuku.com, pionir layanan self publishing online pada tahun 2010. Lima tahun berselang, ia kembali mendirikan sebuah platform baca novel online bernama storial.co.

Pembicara kedua, Dewi Anggraeni, adalah pengajar Program Studi Jepang, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia dengan peminatan susastra dan kajian poskolonial. Dewi juga menjadi kandidat doktor di Graduate School of Japanese-Chinese Language and Literature, Hiroshima University, Jepang, dengan tema penelitian Representasi Indonesia oleh Pengarang-Pengarang Selatan. Dirinya tercatat sebagai pemenang kedua Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2019 dan naskah kritiknya terpilih sebagai salah satu yang akan dibukukan dalam Antologi Kritik Sastra Badan Bahasa 2020.

Pembicara berikutnya adalah Ry Azzura. Dia merupakan seorang pekerja di bidang penerbitan yang telah berkecimpung sejak tahun 2013. Ry Azzura bekerja bersama sosok-sosok penulis muda dengan karya-karya yang diterima baik oleh pembacanya, antara lain Rintik Sedu, Gita Savitri, Kisah Tanah Jawa, Kevin Anggara, dan masih banyak lagi.

Pembicara terakhir adalah Joko Pinurbo atau yang akrab disapa Jokpin, penyair Indonesia. Pria kelahiran Sukabumi ini menyelesaikan pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Sanata Dharma, Yogyakarta. Dari tangannya lahir sejumlah buku puisi, antara lain Celana, Selamat Menunaikan Ibadah Puisi, Buku Latihan Tidur, dan Perjamuan Kaleng Khong Guan. Penghargaan yang pernah diperoleh di antaranya Hadiah Sastra Lontar (2001), Tokoh Sastra Pilihan Tempo (2001 & 2012), Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kemendikbud (2002 & 2014), Kusala Sastra Khatulistiwa (2005 & 2015), South East Asian (SEA) Write Award (2014), dan Anugerah Kebudayaan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (2019).

Diskusi akan dimoderatori oleh Hasan Aspahani, Anggota Komite Sastra DKJ (periode 2020-2023). Hasan Aspahani dikenal sebagai penyair, penerbit, penulis novel dan nonfiksi. Selain aktif sebagai anggota Komite Sastra DKJ, saat ini Hasan aktif mengelola situs www.haripuisi.com dan Majalah Mata Puisi.

Seluruh Diskusi Publik Dewan Kesenian Jakarta merupakan bagian dari rangkaian program Pidato Kebudayaan 2020 Suara Jernih Dari Cikini. Pidato Kebudayaan merupakan program tahunan DKJ bersama Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM). Tradisi ini diselenggarakan sejak 1989 sebagai bagian perayaan ulang tahun TIM dan digelar setiap 10 November di setiap tahun. Pidato Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta secara rutin mengundang tokoh-tokoh nasional. Dengan pemikiran-pemikiran jernih dari perspektif kebudayaan, para tokoh tersebut mengupas persoalan penting dan aktual, serta menjawab tantangan yang tengah melanda bangsa Indonesia.

Diskusi Publik #2 Komite Sastra DKJ Jasa dan Dosa Platform Digital Pada Sastra digelar pada Selasa, 3 November 2020 pukul 19.00 WIB dan disiarkan langsung di kanal YouTube Dewan Kesenian Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.