fbpx
Buku Anak dan Pengalaman Membaca yang Menyenangkan

Buku Anak dan Pengalaman Membaca yang Menyenangkan

Mengenalkan buku pada anak penting dilakukan sejak dini. Membaca  dan mengenalkan buku kepada anak dapat  membantu meningkatkan keterampilan kognitif dan membantu proses perkembangan kognitif mereka.

“Sebetulnya, semua jenis bacaan anak selama sesuai dengan usia pembacanya adalah yang dibutuhkan oleh anak-anak. Misalnya anak bayi atau yang berusia di bawah tiga tahun, tentu perlu dikenalkan bacaan yang memudahkan mereka mengenal benda dan suara ataupun warna,” papar Dian Onasis, penulis buku anak.

Menurut Dian, saat ini perhatian penerbit dan upaya yang dilakukan para penulis buku anak sudah baik. Keadaan pandemi memang berdampak menurunkan kuantitas penerbitan buku anak tetapi secara kualitas telah semakin baik.

Dian Onasis, penulis buku anak.

Dalam buku-buku karyanya, Dian selalu berupaya mengedepankan pengalaman membaca yang menyenangkan. Kebahagiaan saat membaca adalah hal yang menurutnya paling penting dalam interaksi anak dengan buku.

“Tentang muatan nilai moral dalam cerita, terkadang penulis memang menyelipkannya di dalam karya. Namun, setelah mewujud menjadi buku dan dibaca oleh pembaca anak, saya pribadi membebaskan mereka dari nilai moral tersebut. Artinya, biar pembaca anak sendirilah yang menentukan nilai moral apa yang mereka dapatkan. Tentu, pendampingan dari orang tua juga penting,” paparnya.

Untuk memperbaiki ketersediaan dan kualitas buku anak di Indonesia, Dian menganggap perlu adanya dukungan dari pemerintah, terutama dalam memberikan akses yang lebih luas kepada orang tua dan anak terhadap buku.

“Website gratis yang memberikan kemudahan akses pada buku bacaan anak masih minim. Ada beberapa tetapi belum banyak. Perhatian dan dukungan pemerintah terhadap buku yang terbit secara daring masih sangat dibutuhkan. Namun, tetap juga ketersediaan buku fisik dibutuhkan untuk menjangkau kawasan yang sulit mengakses internet,” jelasnya.

Dian Onasis telah bergelut dengan dunia buku dan cerita anak sejak tahun 2007. Dian telah menerbitkan 24 buku anak, tujuh di antaranya berupa novel. Selain menulis, Dian juga aktif sebagai mentor menulis cerita anak di berbagai komunitas sejak tahun 2015.

Tentang pelatihan menulis bagi penulis cerita anak, Dian berharap pemerintah memberikan dukungan yang lebih besar.

“Karena, kita butuh penulis yang lebih paham mengenai target pembaca anak, jenjang buku dan pembaca serta referensi pengetahuan yang lebih mumpuni, agar kualitas naskah dan gambar yang dihasilkan juga semakin baik.”

Selain itu, lanjutnya, pihak penerbit juga mesti memberikan perhatian dalam menerbitkan buku-buku anak. Jangan hanya mengikuti selera pasar tetapi mesti berani membuat dan membentuk selera pasar yang bagus untuk menjadi standar penjualan buku anak yang berkualitas.

“Kerjasama semua pihak harus terus dilakukan. Pelan pun tak apa tetapi sering dan konsisten. Kerja sama antar komunitas yang mendukung literasi anak juga akan berdampak baik bagi kualitas dan ketersediaan buku-buku anak yang bagus,” demikian ungkap Dian Onasis.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.